PADANG — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Padang menyerahkan Surat Keputusan (SK) Unit Pengumpul Zakat (UPZ) kepada STAY YASTIS Padang, Selasa, 1 September 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Pangeran Beach, Kota Padang.
Penyerahan SK UPZ ini menjadi bagian dari upaya BAZNAS Kota Padang dalam memperkuat sinergi dengan lembaga pendidikan dalam pengumpulan dan pengelolaan zakat secara amanah, profesional, transparan dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
SK UPZ STAY YASTIS Padang diserahkan oleh Ketua BAZNAS Kota Padang, H. Yuspardi, S.Ag, kepada Ketua UPZ STAY YASTIS Padang, Dr. H. Abd. Rahman, M.A, dengan turut dihadiri Ketua Yayasan STAY YASTIS Padang, Prof. Salmadanis.
Ketua BAZNAS Kota Padang, H. Yuspardi, S.Ag, menyampaikan bahwa keberadaan UPZ di lingkungan lembaga pendidikan memiliki peran penting dalam mengoptimalkan potensi zakat sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menunaikan kewajiban zakat.
“Dengan adanya UPZ, kita berharap potensi zakat di lingkungan STAY YASTIS Padang dapat dihimpun dengan baik dan dikelola secara amanah, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Menurutnya, BAZNAS Kota Padang akan terus membangun kolaborasi dengan berbagai lembaga, termasuk lembaga pendidikan, sebagai bagian dari upaya meningkatkan penghimpunan zakat dan memperluas manfaat zakat bagi mustahik.
Sementara itu, Ketua Yayasan STAY YASTIS Padang, Prof. Salmadanis, menyambut baik terbentuknya UPZ tersebut. Ia berharap keberadaan UPZ dapat menjadi bagian dari penguatan gerakan zakat sekaligus memberikan edukasi kepada seluruh civitas akademika mengenai pentingnya menunaikan zakat.
Ketua UPZ STAY YASTIS Padang, Dr. H. Abd. Rahman, M.A, juga menyatakan kesiapan untuk menjalankan amanah yang diberikan. UPZ akan berupaya mengoptimalkan pengumpulan zakat, infak dan sedekah di lingkungan STAY YASTIS Padang serta membangun koordinasi dengan BAZNAS Kota Padang.
Dengan diserahkannya SK tersebut, UPZ STAY YASTIS Padang secara resmi diharapkan dapat menjalankan fungsi dan tugasnya sebagai mitra BAZNAS Kota Padang dalam menghimpun dana zakat.
Sinergi antara BAZNAS Kota Padang, Yayasan STAY YASTIS dan UPZ diharapkan mampu memperkuat ekosistem zakat di Kota Padang, sekaligus meningkatkan kontribusi zakat dalam membantu masyarakat yang membutuhkan dan mendukung berbagai program pemberdayaan umat.
PADANG — Kepedulian masyarakat Sumatera Barat terhadap korban bencana kembali diwujudkan melalui aksi kemanusiaan. Bersama Gerakan Ekonomi dan Budaya (Gebu) Minang, Pemerintah Kota Padang dan BAZNAS Kota Padang menyalurkan bantuan berupa 5 ton rendang untuk para penyintas gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Sabtu/22 Agustus 2026
Bantuan rendang tersebut menjadi bentuk solidaritas sekaligus kepedulian masyarakat Minangkabau terhadap saudara-saudara yang tengah menghadapi masa sulit akibat bencana.
Wali Kota Padang Fadly Amran menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan wujud nyata semangat kebersamaan dan kepedulian antarsesama. Rendang dipilih sebagai bantuan pangan karena memiliki daya tahan yang cukup lama serta merupakan salah satu makanan khas Minangkabau yang sarat dengan nilai kebersamaan.
“Ini bukan hanya tentang mengirimkan makanan, tetapi juga mengirimkan pesan bahwa saudara-saudara kita di NTT tidak sendiri. Masyarakat Kota Padang bersama berbagai pihak hadir untuk membantu dan meringankan beban mereka,” ujarnya.
Sementara itu, BAZNAS Kota Padang Yuspardi turut berkomitmen mendukung aksi kemanusiaan tersebut sebagai bagian dari kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana.
Ketua BAZNAS Kota Padang menyampaikan bahwa zakat, infak dan sedekah yang dihimpun dari masyarakat juga memiliki peran penting dalam mendukung berbagai aksi sosial dan kemanusiaan.
“Semoga bantuan 5 ton rendang ini dapat memberikan manfaat bagi para penyintas gempa di NTT. Ini adalah bentuk kepedulian dan persaudaraan yang tidak dibatasi oleh jarak maupun wilayah,” katanya.
Gebu Minang juga menegaskan bahwa penyaluran rendang ini merupakan bagian dari semangat badunsanak yang menjadi salah satu nilai penting dalam kehidupan masyarakat Minangkabau.
Melalui sinergi antara Gebu Minang, Pemerintah Kota Padang dan BAZNAS Kota Padang, bantuan diharapkan dapat segera diterima dan dimanfaatkan oleh masyarakat yang membutuhkan.
Aksi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa semangat gotong royong dan kepedulian terhadap sesama terus hidup di tengah masyarakat. Dari Padang, kepedulian itu dikirimkan dalam bentuk rendang untuk menguatkan saudara-saudara yang sedang bangkit dari bencana di NTT.
Padang – Sebanyak 39 calon Mahasiswa Binaan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Padang mengikuti tahapan seleksi wawancara sebagai bagian dari proses penentuan penerima Program Mahasiswa Binaan Tahun 2026. Kegiatan ini dilaksanakan setelah para peserta dinyatakan lolos seleksi administrasi dan verifikasi awal, Senin 3/08/2026
Seleksi wawancara bertujuan untuk menggali lebih dalam kondisi ekonomi, motivasi, komitmen akademik, serta kesiapan para calon penerima dalam mengikuti program pembinaan yang diselenggarakan BAZNAS Kota Padang. Selain memberikan bantuan biaya pendidikan, program ini juga menekankan pembinaan karakter, nilai-nilai keislaman, dan pengembangan kapasitas mahasiswa.
Ketua BAZNAS Kota Padang, Yuspardi, mengatakan bahwa proses seleksi dilakukan secara objektif dan transparan agar bantuan pendidikan dapat diberikan kepada mahasiswa yang benar-benar memenuhi kriteria sebagai mustahik sekaligus memiliki semangat tinggi untuk menyelesaikan pendidikan.
“Melalui proses wawancara ini, kami ingin memastikan bahwa penerima beasiswa tidak hanya memenuhi persyaratan administrasi, tetapi juga memiliki komitmen untuk terus berprestasi, menjaga akhlak, dan menjadi generasi yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya
Para peserta mengikuti wawancara dengan tim seleksi yang terdiri dari unsur pimpinan dan pelaksana BAZNAS Kota Padang. Berbagai aspek menjadi bahan penilaian, mulai dari kondisi keluarga, prestasi akademik, hingga rencana pengembangan diri selama menjadi mahasiswa binaan.
Program Mahasiswa Binaan BAZNAS Kota Padang merupakan salah satu upaya pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah di bidang pendidikan untuk membantu mahasiswa dari keluarga kurang mampu agar dapat melanjutkan dan menyelesaikan pendidikan tinggi tanpa terkendala biaya. Program ini diharapkan mampu melahirkan generasi yang unggul, mandiri, dan berakhlak mulia serta turut berkontribusi dalam memutus mata rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan
Padang – Program pemberdayaan ekonomi yang dijalankan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Padang kembali menunjukkan hasil positif. Salah satu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Aia Kacang Deki Jo Malenggang, yang berjualan di simpang Kuranji Kecamatan Kuranji Kota Padang mengaku mengalami peningkatan omset setelah mendapatkan pendampingan dan bantuan Bentor serta peralatan usaha dari BAZNAS Kota Padang.
Pemilik usaha menyampaikan bahwa dukungan yang diberikan BAZNAS Kota Padang menjadi motivasi untuk terus mengembangkan usahanya. Bantuan tersebut dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperbaiki kualitas pelayanan, serta memenuhi kebutuhan peralatan usaha.
Sejak diberikan bantuan bentor dan peralatan usaha oleh BAZNAS Kota Padang, jumlah pelanggan terus bertambah. Hal itu berdampak pada meningkatnya omset penjualan dari waktu ke waktu. Selain itu, usaha yang dijalankan kini semakin dikenal masyarakat sebagai salah satu pilihan kuliner yang menyajikan minuman tradisional khas Minangkabau.
Ketua BAZNAS Kota Padang mengatakan bahwa program pemberdayaan ekonomi merupakan salah satu bentuk pemanfaatan zakat produktif yang bertujuan membantu mustahik agar mampu mengembangkan usaha, meningkatkan pendapatan, dan secara bertahap mencapai kemandirian ekonomi.
"BAZNAS Kota Padang tidak hanya memberikan bantuan modal usaha, tetapi juga melakukan pendampingan agar usaha yang dijalankan dapat berkembang secara berkelanjutan. Harapannya, para pelaku UMKM binaan dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga dan suatu saat nanti bertransformasi menjadi muzaki," ujarnya.
Keberhasilan Aia Kacang Deki Jo Malenggang menjadi bukti bahwa zakat produktif mampu memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan usaha masyarakat. BAZNAS Kota Padang berkomitmen untuk terus memperluas program pemberdayaan ekonomi agar semakin banyak pelaku UMKM yang merasakan manfaat dan mampu meningkatkan taraf hidup melalui usaha yang produktif.
Padang – Dalam upaya mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia serta membantu mahasiswa dari keluarga kurang mampu menyelesaikan pendidikan tinggi, BAZNAS Kota Padang resmi membuka Program Penyelesaian Tugas Akhir bagi mahasiswa kurang mampu di Kota Padang.
Program ini ditujukan untuk membantu mahasiswa yang sedang berada pada tahap akhir perkuliahan dan mengalami kendala ekonomi dalam menyelesaikan tugas akhir, skripsi, penelitian, maupun kebutuhan akademik lainnya yang berkaitan dengan penyelesaian studi.
Masni Bujang Wakil Ketua BAZNAS Kota Padang Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam memanfaatkan dana zakat, infak, dan sedekah untuk mendukung sektor pendidikan dan mencegah mahasiswa putus kuliah akibat keterbatasan biaya.
"Masih banyak mahasiswa yang telah memasuki tahap akhir perkuliahan namun terkendala biaya penyusunan skripsi, penelitian, pengambilan data, hingga biaya administrasi penyelesaian studi. Melalui program ini, BAZNAS Kota Padang hadir untuk membantu mereka agar dapat menyelesaikan pendidikan tepat waktu," ujarnya.
Adapun bantuan yang diberikan dapat digunakan untuk mendukung kebutuhan penyelesaian tugas akhir seperti biaya penelitian, pengambilan data, pencetakan skripsi, seminar hasil, sidang akhir, maupun kebutuhan akademik lainnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Program ini diprioritaskan bagi mahasiswa aktif yang berasal dari keluarga mustahik, berdomisili di Kota Padang, serta memiliki semangat dan komitmen kuat untuk menyelesaikan pendidikan tinggi mereka.
Calon penerima bantuan nantinya akan melalui proses seleksi administrasi dan verifikasi lapangan guna memastikan bantuan tepat sasaran dan diterima oleh mahasiswa yang benar-benar membutuhkan.
Melalui Program Penyelesaian Tugas Akhir ini, BAZNAS Kota Padang berharap semakin banyak mahasiswa dari keluarga kurang mampu yang dapat menuntaskan pendidikan dan meraih cita-cita mereka tanpa terkendala masalah ekonomi.
BAZNAS Kota Padang juga mengajak para muzakki dan masyarakat untuk terus menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS agar semakin banyak program pendidikan dan pemberdayaan masyarakat yang dapat diwujudkan secara berkelanjutan di Kota Padang. Program pendidikan merupakan salah satu fokus utama BAZNAS dalam membangun generasi yang unggul, mandiri, dan berakhlak mulia.

